Tren Digitalisasi Tumbuhkan Bisnis Waralaba

Perhimpunan Waralaba dan Lisensi lndonesia (WALI) menilai maraknya aplikasi digital mampu menumbuhkan bisnis waralaba terutama pada sektor makanan dan minuman. Ketua Umum WALI Levita Supit mengatakan, trend digitalisasi pada merek waralaba seperti e-commerce atau marketplace semakin diminati.

Menurutnya dampak dari digitalisasi tersebut memberikan multiplier effect kepada sektor bisnis lainnya seperti Iogistik dan jasa pengiriman barang. "Kami melihat tren digitalisasi akan semakin meningkat di masa mendatang yang di dorong oleh permintaan pasar yang kuat," ujarnya Levita yang juga sebagai Ketua Komite Tetap Kadin bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan di Jakarta kemarin.

Ia menambahkan, bisnis waralaba masih direspons baik oleh masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Peningkatan bisnis waralaba dari tahun ke tahun biasanya sekitar 5-10%. "Dari tahun ke tahun tentu ada peningkatan. Di tahun ini ada peningkatan namun tidak sebesar dari tahun lalu," ungkapnya.

Terang Levita, prospek bisnis waralaba Indonesia sangat potensial sehingga banyak waralaba asing yang mengincar masuk ke pasar dalam negeri. Meski begitu, WALI tetap mendorong waralaba lokal untuk bisa Go global dengan memberikan pelatihan bagi pelaku usaha waralaba yang ingin melebarkan sayap ke kancah internasional. "Ke depannya, bisnis waralaba akan semakin berkembang karena dampak digitalisasi ini sehingga menaikkan omzet bisnis waralaba," tuturnya.

Sementara Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengatakan, hanya segelintir merek waralaba Indonesia yang dikenal di luar negeri. Beberapa di antaranya hanya dikenal sebagai makanan seperti rendang dan satai.

"Sekarang sulit membuat merek kita masuk ke pasar internasional. Dengan adanya pameran bisnis Franchise & License Expo Indonesia, Café & Brasserie Indonesia dan Retail Solution Expo Indonesia, kami melihat begitu banyak peluang untuk melahirkan pengusaha waralaba baru dari berbagai sektor, termasuk F&B, serta e-commerce," ungkapnya. 

Pameran yang diselenggarakan oleh Reed Panorama Exhibitions (RPE) ini menawarkan solusi bisnis yang terintegrasi dan terlengkap baik bagi pihak investor maupun pengusaha yang bergerak di ketiga industri tersebut. Sebanyak 5 paviliun negara, serta 450 brand dari 18 negara ikut serta dalam pameran yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada 8-10 September 2017.

General Manager Reed Panorama Exhibitions James Boey mengatakan, Franchise & License Expo Indonesia telah memasuki edisi ke 15, dimana tahun ini acara ini diselenggarakan bersamaan dengan Café & Brasserie Indonesia & RetaiI Sqution Expo Indonesia. 

"Penyelenggaraan pameran ini setiap tahunnya merupakan upaya tiada henti kami untuk selalu mendukung perkembangan industri waralaba di tanah air. Hadirnya 450 brand dari 18 negara dan paviliun dari 5 negara membuktikan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi pengembangan usaha dan para pelaku usaha waralaba Indonesia telah siap untuk Go International," tandasnya.


Sumber: SindoNews